Langsung ke konten utama

USMAN G. WANIMBO POLITISASI ANGGARAN APBD UNTUK MENGHINA RAKYAT TOLIKARA DAN RICKY HAM PAGAWAK, BUPATI MAMBRAMO TENGAH, PAPUA

USMAN G. WANIMBO POLITISASI ANGGARAN APBD UNTUK MENGHINA RAKYAT TOLIKARA DAN RICKY HAM PAGAWAK, BUPATI MAMBRAMO TENGAH, PAPUA

Doc: photo istimewa
Bupati Usman G. Wanimbo
Sumber: google


Oleh:Marinus Mesak Yaung, Dosen dan Pendeta di Papua.

Langka politisasi anggaran daerah oleh Bupati Tolikara, Usman G. Wanimbo ini sudah kelewat batas. Sudah menjurus kepada tindakan menghina dan merendahkan dua pihak.

Pihak pertama, rakyat kabupaten Tolikara sendiri. Rakyat Tolikara masih banyak yang hidup dibawah garis kemiskinan. Pelayanan publik di Tolikara belum baik dan maksimal. Banyak program pembangunan yang tidak selesai. Terlalu banyak pemotongan dana proyek dan praktek korupsi yang masif dalam proyek - proyek pembangunan. 

Salah satu pelayanan publik yang buruk di Tolikara adalah pelayanan kesehatan. Program Bupati Wanimbo, Seribuh hari pertama kehidupan ( 1000 HPK ) hanya hebat di konsep, tetapi miskin dan lemah dalam implementasi. Ini contoh program bicara lain, tulis lain, dan kerjakan yang lain dari pejabat daerah di Papua. 

Banyak juga laporan penderita penyakit menular mematikan di Tolikara yang kehabisan stock obat terapinya. Sangat miris ketika dengar laporan kesehatan ini. Disamping itu, banyak juga pelajar dan mahasiswa Tolikara yang terhambat sekolahnya karena tidak ada biaya pendidikan. 

Lalu Bupati Tolikara keluarkan uang 1 milyar rupiah untuk masyarakat Mambramo Tengah yang bukan wilayah yuridiksi pemerintahannya. Bukan ke masyarakat yang negara keluarkan uang, agar Bupati dapat kelola untuk mereka nikmati pembangunan. Perbuatan Bupati Tolikara sudah masuk kategori korupsi. Karena menggunakan uang negara tidak sesuai peruntukannya. Rakyat Tolikara tidak boleh diam. Minta pertanggungjawaban Bupati Usman Wanimbo. Apa tujuan dan motifnya menggunakan uang APBD Tolikara untuk tujuan yang item pos anggaran tidak diatur dalam aturan. Meskipun diberikan atas nama gereja atau umat Tuhan. 

Berikutnya pihak kedua yang dihina dan dipermalukan adalah Ricky Ham Pagawak ( RHP ), Bupati Mambramo Tengah. Usman Wanimbo telah menabuk genderang perang terbuka dengan RHP. Langka Bupati UGW terlalu " lebay " dan ingin merendahkan RHP dihadapan Gubernur Lukas Enembe. Silahkan bermanufer politik, tetapi jangan korban rakyat Tolikara dengan politisasi anggaran APBD mereka. 

Kalau UGW mau rebut simpati Gubernur Enembe agar kursi Demokrat di 2024 menjadi miliknya, lakukan dengan cara elegan, bermartabat dan terhormat. Yaitu dengan mencetak prestasi sukses dan gemilang dalam pembangunan masyarakat Tolikara. Buat terobosan - terobosan pembangunan dalam permberdayaan ekonomi masyarakat Tolikara. Agar terobosan pembangunan tersebut menjadi branding politikmu dan bisa menginspirasi proses pembangunan di pegunungan tengah Papua. Dengan demikian anda punya harga jual dalam kanca politik di tahun 2024. 

Kalau cuma sekedar bagi uang 1 milyar yang bukan dari saku pribadi, tapi dari APBD Tolikara , itu penghinaan dan pelecehan terhadap Bupati RHP yang mempunyai warga. Cara Bupati UGW yang ingin mengoreksi kelemahan kepemimpinan RHP di Mamteng, ini sama dengan kata Tuhan Yesus dalam Bible. 

Bupati UGW, Bible bersabda, sebelum kita keluarkan selumbar di mata orang lain, keluarkan dulu balok besar di mata kita. Ingat Pak Bupati, tinggi hati itu mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan. Jangan " songong " kata orang betawi. Alias Jangan sombong kata orang Indonesia.

Setiap Bupati di Papua, ada kekurangan dan kelemahanya. Tidak perlu saling menghina dan menjatuhkan di ruang publik dengan mengorbankan uang rakyat. Kita berdoa kepada Tuhan dan kepada rakyat yang memilih kita. Uang yang seharusnya mereka pakai untuk berobat kesehatanya, membiayai pendidikan anak - anaknya, kita rampok dan pakai untuk kepentingan politik kita. Dengar Bupati UGW, itu tindakan Bapak yang keliru dan telah telah berdosa kepada Tuhan dan rakyat Tolikara. 

Segera minta maaf kepada Bupati Mamteng, Ricky Ham Pagawak dan jangan lagi ada kejadian politisasi anggaran APBD kabupaten dan kotamadya untuk kepentingan politik di Papua. Rakyat Tolikara dan Papua terhinakan dengan tindakan ini. Terimakasih. 



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUGAS SKRIPSI BESAR UNTUK MAHASISWA PAPUA

Doc:-Ilustrasi Sumber: pribadi TUGAS SKRIPSI BESAR UNTUK MAHASISWA PAPUA Pengertian umum mahasiswa mahasiswa terbentuk dari kata maha dan siswa. Asal kata maha berasal dari bahasa Sansekerta dengan arti , yaitu 'sangat', 'besar', atau 'mulia'. Sedangkan kata siswa — "orang yang sedang belajar atau sekolah" dengan demikian mahaiswa adalah seorang mulia, besar tahu karena ia adalah orang terpelajar. Menurut AGENT OF CHANGE Mahasiswa juga bertindak sebagai penggerak yang mengajak seluruh masyarakat untuk dapat bergerak dalam melakukan perubahan ke arah yang lebih baik lagi, dengan pertimbangan berbagai ilmu, gagasan, serta pengetahuan yang mereka miliki. Bukan waktunnya lagi sebagai mahasiswa hanya diam dan juga tidak peduli dengan permasalahan banggsa dan juga negarannya, karena dipundak merekalah (mahasiswa) titik kebangkitan suatu negara atau bangsa diletakan. Sementara menurut MORAL FORCE Mahasiswa memiliki tingkat pendidikan yang paling tinggi, ...

RILIS UPDATE TERKINI PENANGKAPAN 105 MAHASISWA MAHASISWI PAPUA DI POLDA METRO JAYA

 RILIS UPDATE TERKINI PENANGKAPAN 105 MAHASISWA MAHASISWI PAPUA DI POLDA METRO JAYA  Doc:AMP  Sumber:koran kejora  Jumat, 11 Maret 2022 Pukul 17.00 WIB  Sebanyak 105 Mahasiswa dan Mahasiswi Papua yang ditangkap dalam aksi Penolakan Daerah Otonomi Baru di depan Kemendagri, saat ini masih ditempatkan di Stadion Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan. Pukul 14:00 WIB, Kuasa Hukum pendamping mahasiswa mahasiswi Papua sudah bernegosiasi bersama aparat dan sepakat untuk mengambil pendataan saja. Tiba-tiba, terjadi  penangkapan salah satu mahasiswa Papua dengan kekerasan dilapangan stadion Polda Metro Jaya. Hal ini diprotes oleh mahasiswa mahasiswi Papua karena kesepakatan awal hanya pendataan namun diingkari oleh pihak kepolisian.  Kondisi di Polda saat ini hujan lebat dan karena ketiadaan tempat berteduh, maka mahasiswa dan mahasiswi Papua berada dalam kondisi kehujanan.  Pasca penangkapan diketahui ada 6 orang mahasiswa dan mahasiswi Papua yang mengalami k...

HUKUM INDONESIA TAK BERLAKU DI PAPUA

Hukum Indonesia Tak Berlaku Di Papua Doc: suara berengga agi               Bangsa adalah penjajah, bangsa tidak berdiri sendiri, bangsa berdiri karena tanah, hutan, dan manusia, namun secara objektif dan realita hari ini tidak ada apa-apanya di mata bangsa, manusia dicap sebagai binatang buas yang berkeliaran di bumi , hingga negara Indonesia dengan kekuatan militer menguasai setiap wilayah di seluruh tanah Papua. Tujuannya adalah untuk membuka diri terhadap imperialisme, kapitalisme, kolonialisme untuk menguasai sumber daya alam. Akibatnya rakyat bertindak untuk melindungi kekayaan alamnya, namun negara diperintahkan untuk mengintimidasi, mengkriminalisasi, menjajah, memenjarakan dan membunuh pasukan yang menentang sistem kolonial. Hal ini tidak adil karena setiap orang memiliki hak untuk menyatakan pendapatnya di depan umum, namun sampai saat ini undang-undang dasar 1945 pasal 28A - 28J Tetang Hak Asasi Manusia ( HAM ), itu sendiri tidak ...

Usai Dibebaskan Jefri Wenda mengatakan "Kita akan terus berjuang hingga Titik Darah Penghabisan"

Doc: Jefri Wenda Dkk Sumber: Pribadi  Setelah  dibebaskan  7 Tahanan  jefri Wenda  dengan kawan-kawannya pada 12 mei 2022 waktu west papua . juru bicara petisi rakyat papua (PRP) Jefri Wenda  dalam akun halaman  facebook  mengucapkan  terima kasih kepada  semua rakyat papua dan organisasi  perjuangan  yang  turut  mendukung  aksi 10 mei 2022 yang lalu. berikut  penyampaian  ucapkan  terima kasih  oleh jefri wenda "Secara pribadi saya ucapkan banyak trimakasih kepada seluruh kawan-kawan pelopor, pimpinan organisasi serta individu lainya yang terlibat aktif dalam mobilisasi aksi Nasional pada 10 Mei 2022 diseluruh Papua maupun luar Papua". Ia juga  [JW] ucapkan banyak terimakasih saya kepada pihak Pendamping Hukum (Koalisi penegakan hukum dan HAM di Papua) yang telah aktif dalam kegagalan jalanya aksi 10 Mei 2022. Ucapkan banyak terimakasih juga kepada seluruh rakyat Papua yang sadar akan p...