Langsung ke konten utama

Sejumlah Pelajar Mahasiswa/I Se-Indonesia Asal Tolikara Dikeluarkan Dari Kontrakan Karena Belum Bayar & Massa Tinggal Sudah Berakhir

 


                 
Doc: Mahasiswa tolikara korwil surabaya
sumber:facebook

Sejumlah Pelajar Mahasiswa/I se-Indonesia Asal Tolikara dikeluarkan dari Kontrakan Karena Belum Bayar & Massa Tinggal yang sudah berakhir,terkait bantuan finansial dari pemerintah kabupaten Tolikara yang belum terealisasi. (18/10/21).

Bantuan biaya kontrakan  dilakukan oleh Pemda Tolikara setiap tahun,guna mengurangi  beban mahasiswa/I dan sesuai  Misi bupati Usman G. Wanimbo “mengembangkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Bantuan ini biasanya disalurkan setiap bulan juni sampai agustus melalui badan Penggurus Harian (BPH) kondinator Wilayah (korwil),Oleh pemerintah kabupaten Tolikara dinas Pendidikan bagian Ekonomi dan pembangunan SDM (ekbang).

Namun pencairan bantuan  terjadi keterlabatan  hingga oktober 2021,Akibatnya sejumlah mahasiswa/I tersebut  dikeluarkan dari rumah oleh pemilik kontrakan seperti kota studi malang  dua bulan sebelumnya massa kontrakan sudah berakhir,Namun mahasiswa setempat negosiasi dengan pemilik kontrakan hingga hari ini senin,18 oktober 2021, dikeluarkan secara paksa. “Pantauan penulis di group WA”.

Hal yang serupa juga terjadi mahasiswa di kota studi Surabaya jember,bandung,Jabodetabek,semarang sala tiga,jogya solo,makassar,Kalimantan,dst.

Dampak dari itu ,mahasiswa/I mengalami kesulitan aktivitas kelancaran kuliah atau belajar,karena  tempat tinggal salah satu penunjang perkuliahan,apalagi dengan adanya sistem kuliah online (daring) saat ini,Keluh kesah ini menyampaikan melalui komunikasi group whatsapp dan juga kepada dinas terkait."[tutup redaksi]''.

 

dibawah ini rekaman vidio mahasiswa tolikara di malang bisa lihat melalui Link berikut

https://www.youtube.com/watch?v=RXHwcTbcELw

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

HUKUM INDONESIA TAK BERLAKU DI PAPUA

Hukum Indonesia Tak Berlaku Di Papua Doc: suara berengga agi               Bangsa adalah penjajah, bangsa tidak berdiri sendiri, bangsa berdiri karena tanah, hutan, dan manusia, namun secara objektif dan realita hari ini tidak ada apa-apanya di mata bangsa, manusia dicap sebagai binatang buas yang berkeliaran di bumi , hingga negara Indonesia dengan kekuatan militer menguasai setiap wilayah di seluruh tanah Papua. Tujuannya adalah untuk membuka diri terhadap imperialisme, kapitalisme, kolonialisme untuk menguasai sumber daya alam. Akibatnya rakyat bertindak untuk melindungi kekayaan alamnya, namun negara diperintahkan untuk mengintimidasi, mengkriminalisasi, menjajah, memenjarakan dan membunuh pasukan yang menentang sistem kolonial. Hal ini tidak adil karena setiap orang memiliki hak untuk menyatakan pendapatnya di depan umum, namun sampai saat ini undang-undang dasar 1945 pasal 28A - 28J Tetang Hak Asasi Manusia ( HAM ), itu sendiri tidak ...

Usai Dibebaskan Jefri Wenda mengatakan "Kita akan terus berjuang hingga Titik Darah Penghabisan"

Doc: Jefri Wenda Dkk Sumber: Pribadi  Setelah  dibebaskan  7 Tahanan  jefri Wenda  dengan kawan-kawannya pada 12 mei 2022 waktu west papua . juru bicara petisi rakyat papua (PRP) Jefri Wenda  dalam akun halaman  facebook  mengucapkan  terima kasih kepada  semua rakyat papua dan organisasi  perjuangan  yang  turut  mendukung  aksi 10 mei 2022 yang lalu. berikut  penyampaian  ucapkan  terima kasih  oleh jefri wenda "Secara pribadi saya ucapkan banyak trimakasih kepada seluruh kawan-kawan pelopor, pimpinan organisasi serta individu lainya yang terlibat aktif dalam mobilisasi aksi Nasional pada 10 Mei 2022 diseluruh Papua maupun luar Papua". Ia juga  [JW] ucapkan banyak terimakasih saya kepada pihak Pendamping Hukum (Koalisi penegakan hukum dan HAM di Papua) yang telah aktif dalam kegagalan jalanya aksi 10 Mei 2022. Ucapkan banyak terimakasih juga kepada seluruh rakyat Papua yang sadar akan p...

KNPB TOLAK AKSI MENDUKUNG LUKAS ENEMBE 20 SEPTEMBER 2022

Famplet  Sumber :KNPB  Himbauan Umum KNPB  Komite Nasional  Papua Barat (KNPB) mengeluarkan  himbauan Terkait rencana aksi demo Damai yang akan dilakukan pada tanggal 20 September 2022 oleh kelompok pendukung Lukas Enembe di Jayapura. Untuk itu kami Badan Pengurus Pusat Komite Nasional Papua Barat BPP-KNPB Himbauan Umum  Pengurus KNPB Pusat, Pengurus KNPB wilayah sorong sampai, penggurus KNPB Konsulat serta seluruh anggota KNPB sorong sampai merauke.( Ujar Ones  Suhuniap). Pihaknya "KNPB secara Organisasi menghimau kepada pengurus KNPB wilayah pengurus KNPB Pusat dan seluruh anggota KNPB  tidak ikut terlibat dalam aksi demo Damai dilakukan oleh kelopok ooportunis mendukung Lukas Enembe". Sambungnya "Kepada pengurus KNPB dan anggota memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan penyadaran kepada rakyat Papua agar  rakyat tidak boleh menjadi  korban kepentingan kaum borjuis" Hal ini di sampaikan lewat facebook  pada 18 september...

Pemerintah Indonesia Berbicara Myanmar dan Palestina Sambil Mengabaikan genoside di Papua Barat

  Retno Marsudi Kementrian luar negeri Presiden Sementara:  Pemungutan suara PBB di Indonesia mengungkap kemunafikannya di Papua Barat 24 Mei 2021 dalam Pernyataan Pemerintah Indonesia berbicara tentang Myanmar dan Palestina sambil memberikan suara untuk mengabaikan genosida dan pembersihan etnis di PBB. Kami berterima kasih kepada para pemimpin Indonesia yang menunjukkan solidaritas dengan penderitaan rakyat Palestina dan Myanmar, tetapi Indonesia berusaha keras untuk menutupi kejahatannya sendiri terhadap kemanusiaan di Papua Barat. Pada Sidang Umum PBB minggu lalu, Indonesia menentang mayoritas komunitas internasional dan bergabung dengan Korea Utara, Rusia dan China dalam menolak resolusi tentang 'pencegahan genosida, kejahatan perang, pembersihan etnis dan kejahatan terhadap kemanusiaan'. Sementara Menteri Luar Negeri Indonesia mengklaim 'memperjuangkan kemanusiaan', kenyataannya sebaliknya: mereka melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan di Papua Barat dan mencoba...