Langsung ke konten utama

Mobilisasi Rakyat Papua menuju Deklarasi "PERLAWANAN TANPA HENTI" terhadap Penguasa.

Sejak akhir bulan Februari hingga 3 juni, Ribuan rakyat turun kejalan-jalan hampir diseluruh wilayah Papua menolak kebijakan penjajah tentang; "cabut otsus, tolak pemekaran dan gelar referendum" sebagai solusi demokratis bagi penyelesaian akar persoalan di Papua.

 Tuntutan rakyat Papua tidak direspon baik oleh jakarta, bahkan elit-elit politik di papua pun tutup telinga, tidak merespon tuntutan rakyat papua. Hal ini dapat kita lihat melalui beberapa sikap yang di tingkat elit di Papua: 

 Pertama, aspirasi rakyat yang diserahkan kepada DPRD, DPRP dan MRP hanya diteruskan kepada jakarta. Di lain sisi, Walaupun terdapat ruang dimana yang kita kenal dengan Rapat Dengar Pendapat Rapat umum (RDPU) antara Fraksi baik yang di DPRP maupun DPRD atau di melalui sidang Paripurna guna membahas aspirasi rakyat yang disampaikan, Namun, hal itu tidak dilakukan sama sekali. 

 Kedua, mobilisasi gerakan perlawanan rakyat yang semakin meningkat dan meluas di seluruh tanah Papua masih terus dipandang sebelah mata elit politik di Papua, hal ini ditandai dengan pertemuan 29 bupati pada selasa (9/5/2022) di hotel sentani indah, Jayapura, yang mendukung pemekaran provinsi. Dalam deklarasi ini juga ditandatangani oleh ketua DPR Provinsi papua. Selain itu, deklarasi terbuka yang dilakukan oleh Eltinus Omaleng selaku ketua asosiasi bupati Mee-pago di Timika pada (15/6), dengan sombongnya Eltinus mengklaim bahwa 350 000,00 jiwa yang berada di Timika secara sah mendukung pemekaran Provinsi. Dan yang terbaru melalui rapat kerja pada (15/6), lukas Enembe selaku Gubernur Papua menyatakan mendukung pemekaran apabila, Pemekaran dilakukan sesuai dengan Tujuh wilayah adat. 


 Ketiga, selain elit politik Papua, beberapa ormas reaksioner lainya seperti Lembaga masyarakat Adat (LMA) bentukan negara di bawah kepemimpinan Lenis Kogoya didukung kuat aparat kekerasan bersenjata (militer/TNI-Polri) terus mendorong deklarasi dukungan pemekaran di wamena, 1 juni 2022.

 Keempat, dalam semua rangkaian kegiatan deklarasi dukung pemekaran provinsi di semua tempat Militer/(TNI/Polri) turut Andil dalam mempersiapkan dan menyukseskan kegiatan dengan mengibarkan benderah Merah Putih. Disisi lain, aksi penolakan rakyat Papua beberapa tempat selalu di hadang dan dibubarkan secara paksa dengan cara KEKERASAN dan penangkapan. 

 Kekerasan terhadap gerakan masih terus dilakukan oleh aparat militer di lapangan pada aksi demonstrasi, seperti yang terjadi pada aksi Nasional Petisi Rakyat Papua (PRP), pada (3/6) di beberapa tempat baik di papua maupun di indonesia, antara lain; Timika, Jayapura, Merauke, Sorong, bahkan di luar papua seperti di bali, aksi mahasiswa di bentur dengan ormas Reaksioner, sama halnya juga di Makassar, terjadi bentrok luar biasa antar ormas reaksioner bentukan negara hingga berujung pengepungan Asrama Mahasiswa Papua di makassar oleh pihak kepolisian, BRIMOB sejak tanggal 8 hingga 15 Juni, kemarin. Sungguh biadap! elit politik Papua bermental budak, mereka yang penakut dan tidak bernyali ini, masih ingin dikontrol langsung oleh jakarta. 

Apa bedanya mereka dengan 'kerbau' yang yang diikat hidungnya lalu dibawa kesana-kemari? Di tengah perjuangan rakyat Papua yang berdarah-darah dengan sombong alit lokitik bajigan ini masih terus mengabaikan tuntutan rakyat Papua serta menjelaskan kepada rakyat bahwa pemekaran adalah solusi untuk menjawab kesejahteraan, dengan menyembunyikan fakta ancaman yang ada didepan mata. Atas dasar itu Rakyat Papua tidak harus menggantungkan harapan apapun kepada siapapun! Sekalipun elit-elit politik Papua bermental budak itu, termasuk tokoh-tokoh papua (bentukan—penjajah) yang selalu mengatasnamakan adat, agama/gereja, perempuan, pemuda di Papua.
 Mereka layaknya legiun keparat yang terus mempertahankan perampokan penjarahan, di atas negeri tercinta kita, West Papua. Hingga hari ini telah kita saksikan jelas bahwa elit politik Papua telah bersatu bersepakat untuk menindas rakyat Papua, saat ini, mereka berdiri bersama kelas berkuasa kolonialisme jakarta untuk terus memperpanjang penderitaan, melanggengkan perbudakan, pemenjarahan diatas tanah airnya, dan terhadap rakyatnya sendiri. Rakyat Papua, tidak alasan bagi kita untuk diam dan terpecah belah. 

Jika elit telah bersatu bersama jakarta untuk menindas rakyat Papua, maka tidak ada alasan rakyat papua terpecah belah. Rakyat Papua harus bersatu dan mendeklarasikan "PERLAWANAN TANPA HENTI" terhadap kelas penguasa kolonialisme indonesia serta bonekanya Elit politik di Papua. Untuk itu, Seruan perlawanan terhadap kelas penguasa harus dibunyikan di seantero wilayah Papua dari sudut-sudut pelosok perkampungan, desa-desa hingga menembus jantung kota penjajah (Jakarta). Di semua tempat (seluruh tanah papua), rakyat Papua harus bergerak maju, berjuang tanpa henti hingga titik darah penghabisan, demi merebut kembali cita-cita sejati Pembebasan Nasional Papua Barat (PAPUA MERDEKA). 

 Terus Berjuang! Kita pasti Menang! 

 Tanah Air 16 Juni 2022 

 Jefry Wenda

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daftar Judul Buku Yang Harus Baca Oleh Semua Aktivis Mahasiswa Papua

  Doc Pdt.Dr.Benny Giyai Daftar judul buku buku yg wajib baca oleh semua  aktivis yaitu : 1) Aksi massa ; Tan Malaka. 2) Strategi gerilyawan : Che Guevara. 3) Pendidikan kaum tertindas : Paulo Ferreira. 4) Rosa Luxemburg demokrasi dan sosialisme : Dede Mulyanto. 5) Revolusi Catalonia. 6) Gerakan Rakyat Mozambik :  7) Manifesto komunis : Karl Marx. 8) Negara dan bangsa : Lenin. 9) Tesis organisasi : Lenin. 10) apa yg di perjuangkan sosialisme . 11) Ideologi Jerman : Karl Marx. 12)  geneologi kapitalisme : Dede Mulyanto. 13) Dascapital 1,2,3. 14) partai kiri luas atau partai revolusioner. 15) ekonomi revolusi :  Che Guevara 16) Sejarah gerakan mahasiswa Papua : teori dan praktek ,Yason ngelia . 17)  kitorang se ajang setengah binatang : Filep karma. 18) Papua bukan tanah kosong. 19)  manifesto komite nasional Papua . 20)  konsep dasar  kepemimpinan maotzung : Membangun China modern. 21.Buku Socratez Sofyan Yoman cetakan pertama sampai terakhir....

TUGAS SKRIPSI BESAR UNTUK MAHASISWA PAPUA

Doc:-Ilustrasi Sumber: pribadi TUGAS SKRIPSI BESAR UNTUK MAHASISWA PAPUA Pengertian umum mahasiswa mahasiswa terbentuk dari kata maha dan siswa. Asal kata maha berasal dari bahasa Sansekerta dengan arti , yaitu 'sangat', 'besar', atau 'mulia'. Sedangkan kata siswa — "orang yang sedang belajar atau sekolah" dengan demikian mahaiswa adalah seorang mulia, besar tahu karena ia adalah orang terpelajar. Menurut AGENT OF CHANGE Mahasiswa juga bertindak sebagai penggerak yang mengajak seluruh masyarakat untuk dapat bergerak dalam melakukan perubahan ke arah yang lebih baik lagi, dengan pertimbangan berbagai ilmu, gagasan, serta pengetahuan yang mereka miliki. Bukan waktunnya lagi sebagai mahasiswa hanya diam dan juga tidak peduli dengan permasalahan banggsa dan juga negarannya, karena dipundak merekalah (mahasiswa) titik kebangkitan suatu negara atau bangsa diletakan. Sementara menurut MORAL FORCE Mahasiswa memiliki tingkat pendidikan yang paling tinggi, ...

Diskusi bersama AMP KK Surabaya "New York agreement 15 Agustus 1962 ILEGAL"

  Hampir semua lembaran fakta sejarah penting di West Papua berkaitan dengan perundingan tanpa partisipasi orang West Papua selaku tuan tanah. Itulah yang kemudian, termasuk New York Agreement, yang pantas disebut juga sebagai salah satu bentuk perjanjian tanpa tuan. Kesemuanya, lebih cocok disebut kesepakatan rahasia antara pencuri dengan pencuri, penjahat dengan penjahat, penghianat dengan pengkhianat, perusak dengan perusak, penjajah dengan penjajah, kolonial dengan kapitalis dan imperialis. Kesepakatan rahasia ini hampir semua melibatkan peran Amerika Serikat, kolonial Indonesia, dan Belanda. Mereka melakukan semua siasat itu secara diam-diam. Tanpa mempertimbangkan hak-hak dasar, apalagi nasib dan masa depan orang West Papua selaku tuan tanah. Karena digelar di markas besar PBB, New York, Amerika Serikat (AS), 58 tahun yang lalu, maka disebut New York Agreement. Kolonial Belanda dan Indonesia meneken nota kesepahaman rahasia itu dalam kontrol imperialis AS. Negara imperialis A...

PERNYATAAN SIKAP Aliansi mahasiswa papua (AMP) Komite kota Jember

  PERNYATAAN SIKAP Aliansi mahasiswa papua   (AMP ) Komite kota Jember     “Perjanjian New York, Jalan Aneksasi Ilegal Indonesia atas Bangsa West Papua”   Salam Pembebasan Nasional Bangsa West Papua! Amolongo, Nimo, Koyao, Koha, Kinaonak, Nare, Yepmum, Dormum, Tabea Mufa, Walak, Foi Moi, Wainambe, Nayaklak. Wa wa wa wa wa wa   Doc koran kejora dan AMP KK JEMBER  Penandatanganan Perjanjian New York (New York Agreement) antara Indonesia dan Belanda yang melibatkan Amerika Serikat sebagai pihak penengah terkait sengketa wilayah West Papua (West Nieuw-Guinea) telah terjadi pada 58 tahun lalu, tepatnya 15 Agustus 1962. Saat itu, West Nieuw-Guinea dianggap sebagai wilayah yang belum berpemerintahan sendiri, sehingga penandatanganan Perjanjian New York adalah peristiwa yang sarat kepentingan imperialis dan kolonial (kolonial Belanda maupun Indonesia yang kemudian menjadi kolonial baru). Perjanjian itu bermasalah karena dilakukan tanpa ...