Langsung ke konten utama

Kronologis Aksi AMP KK JEMBER THE ROMA AGREEMENT ILEGAL

 

Doc: AMP KK Jember
Saat long mach

Ini adalah kronologis Aksi oleh aliansi mahasiswa Papua  (AMP) komite kota  Jember  yang dilakukan tepatnya 30 September 2021 guna memprotes atas perjanjian Ilegal "the  Roma agreement 30 September 1962" dengan seruan tema :"( Roma agreement ilegal diatas tanah Papua, bebaskan Victor f.yeimo, hentikan operasi militer kolonial Indonesia di atas tanah air west Papua,dan berikan Hak Penentuan Nasip Sendiri Bagi bangsa west Papua sebagai solusi demokrasi")

Silahkan baca selengkapnya di bawah ini:

PKl 8:45 wib

Massa Aksi Berangkat dari dauble way UNEJ ke tempat star Aksi alun alun Utara Jember, mengunakan mobil angkot .

PKL 8:50-9:00 wib

 Massa Aksi sampai di tempat tujuan Aksi alun alun Utara Jember, korlap aksi mengarahkan massa Aksi untuk mempersiapkan perlengkapan Aksi seperti bendera,benner, poster dan pers rilis,dan selembaran.pihak kepolisian TNI Polri, Intel, dosen-dosen UNEJ dan poltek memulai mendatangi  ke arah massa Aksi.

Pkl 9:00 s d.9:10 wib

Korlap aksi Oleh Jeck mengarahkan massa Aksi untuk masuk dalam tali komando,dan memulai long mach alun alun ke arah tujuan penyampaian tujuan aspirasi yaitu di depan kantor pintu Kapolres.Namun  di situ terjadi negosiasi  Intel Dengan korlap aksi untuk membungkam ruang demokrasi.

Pkl  9:10- 9: 20 wib

Korlap aksi, memulai orasi pandangan politik dan membacanya Thema Aksi, dan menjelaskan objek isu.

PKL  9:20 s.d.9:55   wib

Massa Aksi long mach alun alun ke kantor polisi sepanjang perjalanan pemimpin korlap aksi, melakukan orasi dan didampingi juga aster Aksi untuk membakar massa Aksi.

Pkl  9:55  s.d 10:00 wib

Setiap mata jalan utama ke Kapolres Jember diblokade dengan kawat, besi  duri, sehingga terjadi pembungkaman ruang demokrasi,dan aspirasi,. Akhirnya korlap aksi, ganti rute bahwa, untuk kembali ke arah jalan utama (tempat akses transportasi umum).

Pkl: 10:00 s.d.10:20 wib

Usai sampai di jalan utama korlap aksi, melakukan orasi secara bergantian, Namun sekeliling ada Intel, BIN, polisi berseragam,dan polantas.

PKL 10:20 wib s.d 10:30 wib

5 polisi berseragam lengkap keluar dari depan warung, dan polisi melakukan pembiaran terhadap keamanan jalannnya aksi,

PKL 10:30 s.d. 10:35 wib

Mendatangi jurnalis liputan redar Jember dan Humas Aksi, mewawancarai dan situasi yang sama seorang supir mobil melewati depan massa Aksi.

PKL 10:35 s.d. 10:45 wib 

Korlap aksi, mengarahkan massa Aksi untuk duduk dan membuka poster dan benner ke arah jalan utama.

PKL 10:45  s.d.10: 58 WIB

Kawan-kawan massa Aksi minum air, sambil duduk dan Secara bergantian menyampaikan aspirasi pandangan politiknya.

Pkl: 10:58 S.d 11:20 wib 

Polisi, Intel dan beberapa mobil perkiraan meninggalkan massa Aksi, Bahkan hanya terlihat BIN, Intel saja.dan salah satu masa atas nama Bram meninggalkan massa Aksi dengan alasan pergi ke toilet dan Abram juga tidak ikut pulang bersama dengan kawan kawan Aksi.

Pkl 11:20 s.d. 11:33 wib

Terlihat hanya satu buah mobil Avanza Veloz hitam,massa Aksi, terus menerus melakukan Aksi orasi Secara rotasi (bergantian).

PKL 11:33 s.d.11:40 

Korlap aksi (Jeck) mengarahkan massa Aksi ke kantor polisi untuk membacakan pernyataan sikap AMP KK Jember.

Pkl 11:40 s.d.11: 56

Sesuai sampai di depan  kantor polisi beberapa massa juga sampaikan orasi atas situasi keamanan Aksi,dan sebagainya.

Pkl 11:56 s.d.12:00 wib

Didepan kantor polisi diblokade dengan kawat besi dan duri agar sengaja membungkam ruang demokrasi, dan terlihat banyak mobil, motor dan beberapa orang polisi, Intel.karena semua mata jalan diblokade .

PKL 12:00 s.d.12:15 wib

Korlap aksi, mengarahkan massa Aksi untuk membacakan pernyataan sikap dan pers rilis dan dibacakan langsung oleh korlap aksi sendiri (jeck).

PKL  12: 15 s.d. 12:25 wib 

Usai pembacaan pernyataan sikap, korlap mengarahkan massa ke Titik awal keberangkatan.

Pkl 12:30 WIB (selesai)

Semuanya massa Aksi sampai di kontrakan.

Demikian kronologis Aksi oleh aliansi mahasiswa Papua (AMP KK) Jember.

Persatuan Tanpa Batas 

Perjuangan Sampai Menang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TUGAS SKRIPSI BESAR UNTUK MAHASISWA PAPUA

Doc:-Ilustrasi Sumber: pribadi TUGAS SKRIPSI BESAR UNTUK MAHASISWA PAPUA Pengertian umum mahasiswa mahasiswa terbentuk dari kata maha dan siswa. Asal kata maha berasal dari bahasa Sansekerta dengan arti , yaitu 'sangat', 'besar', atau 'mulia'. Sedangkan kata siswa — "orang yang sedang belajar atau sekolah" dengan demikian mahaiswa adalah seorang mulia, besar tahu karena ia adalah orang terpelajar. Menurut AGENT OF CHANGE Mahasiswa juga bertindak sebagai penggerak yang mengajak seluruh masyarakat untuk dapat bergerak dalam melakukan perubahan ke arah yang lebih baik lagi, dengan pertimbangan berbagai ilmu, gagasan, serta pengetahuan yang mereka miliki. Bukan waktunnya lagi sebagai mahasiswa hanya diam dan juga tidak peduli dengan permasalahan banggsa dan juga negarannya, karena dipundak merekalah (mahasiswa) titik kebangkitan suatu negara atau bangsa diletakan. Sementara menurut MORAL FORCE Mahasiswa memiliki tingkat pendidikan yang paling tinggi, ...

RILIS UPDATE TERKINI PENANGKAPAN 105 MAHASISWA MAHASISWI PAPUA DI POLDA METRO JAYA

 RILIS UPDATE TERKINI PENANGKAPAN 105 MAHASISWA MAHASISWI PAPUA DI POLDA METRO JAYA  Doc:AMP  Sumber:koran kejora  Jumat, 11 Maret 2022 Pukul 17.00 WIB  Sebanyak 105 Mahasiswa dan Mahasiswi Papua yang ditangkap dalam aksi Penolakan Daerah Otonomi Baru di depan Kemendagri, saat ini masih ditempatkan di Stadion Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan. Pukul 14:00 WIB, Kuasa Hukum pendamping mahasiswa mahasiswi Papua sudah bernegosiasi bersama aparat dan sepakat untuk mengambil pendataan saja. Tiba-tiba, terjadi  penangkapan salah satu mahasiswa Papua dengan kekerasan dilapangan stadion Polda Metro Jaya. Hal ini diprotes oleh mahasiswa mahasiswi Papua karena kesepakatan awal hanya pendataan namun diingkari oleh pihak kepolisian.  Kondisi di Polda saat ini hujan lebat dan karena ketiadaan tempat berteduh, maka mahasiswa dan mahasiswi Papua berada dalam kondisi kehujanan.  Pasca penangkapan diketahui ada 6 orang mahasiswa dan mahasiswi Papua yang mengalami k...

HUKUM INDONESIA TAK BERLAKU DI PAPUA

Hukum Indonesia Tak Berlaku Di Papua Doc: suara berengga agi               Bangsa adalah penjajah, bangsa tidak berdiri sendiri, bangsa berdiri karena tanah, hutan, dan manusia, namun secara objektif dan realita hari ini tidak ada apa-apanya di mata bangsa, manusia dicap sebagai binatang buas yang berkeliaran di bumi , hingga negara Indonesia dengan kekuatan militer menguasai setiap wilayah di seluruh tanah Papua. Tujuannya adalah untuk membuka diri terhadap imperialisme, kapitalisme, kolonialisme untuk menguasai sumber daya alam. Akibatnya rakyat bertindak untuk melindungi kekayaan alamnya, namun negara diperintahkan untuk mengintimidasi, mengkriminalisasi, menjajah, memenjarakan dan membunuh pasukan yang menentang sistem kolonial. Hal ini tidak adil karena setiap orang memiliki hak untuk menyatakan pendapatnya di depan umum, namun sampai saat ini undang-undang dasar 1945 pasal 28A - 28J Tetang Hak Asasi Manusia ( HAM ), itu sendiri tidak ...

Usai Dibebaskan Jefri Wenda mengatakan "Kita akan terus berjuang hingga Titik Darah Penghabisan"

Doc: Jefri Wenda Dkk Sumber: Pribadi  Setelah  dibebaskan  7 Tahanan  jefri Wenda  dengan kawan-kawannya pada 12 mei 2022 waktu west papua . juru bicara petisi rakyat papua (PRP) Jefri Wenda  dalam akun halaman  facebook  mengucapkan  terima kasih kepada  semua rakyat papua dan organisasi  perjuangan  yang  turut  mendukung  aksi 10 mei 2022 yang lalu. berikut  penyampaian  ucapkan  terima kasih  oleh jefri wenda "Secara pribadi saya ucapkan banyak trimakasih kepada seluruh kawan-kawan pelopor, pimpinan organisasi serta individu lainya yang terlibat aktif dalam mobilisasi aksi Nasional pada 10 Mei 2022 diseluruh Papua maupun luar Papua". Ia juga  [JW] ucapkan banyak terimakasih saya kepada pihak Pendamping Hukum (Koalisi penegakan hukum dan HAM di Papua) yang telah aktif dalam kegagalan jalanya aksi 10 Mei 2022. Ucapkan banyak terimakasih juga kepada seluruh rakyat Papua yang sadar akan p...